Terimakasih Tuhan
5 hari
yang lalu saya berumur 26 tahun, semakin mendekati kepala 3 yang membuat
orangtua saya sedikit cemas karena sampai detik ini saya tidak pindah dari
titil sebelumnya. Dilain hal, saya memulai hari dengan kata2 yang kurang
lebihnya mengenai cara saya menyapa Tuhan.
Bahasa-bahasa
kiasan, sindiran, serta semua kritik pedas tentang hidup saya seolah-olah jadi
konsumsi sehari-hari orang rumah. Seperti layaknya infotainment yang ga pernah
ada habisnya untuk di tonton. Biar dikata basi banget juga.
26 tahun, udah lewat
setahun dari target menikah saya waktu jaman SMA. Bukan kehendak Tuhan saya
menikah di umur 25 tahun mungkin. Melihat sekitar banyak yang santai dengan
pertambahan umur yang tak lagi muda, membuat saya mencoba mensyukuri nikmat
Tuhan yang tidak ada habisnya untuk saya. Lihat betapa Dia begitu pemurah,
pemaaf, membuat saya iri. Bagaimana Tuhan bisa sebegitu pemaafnya? Bagaimana bisa
Tuhan tidak menaruh dendam pada makhluk-makhluk yang diciptakanNya tapi
berkhianat? Bagaimana Tuhan bisa tidak sesakit hati itu? Bagaimana Tuhan?
Mencapai
di usia yang manis bagi saya. Mendapat pekerjaan, usaha sampingan yang lumayan,
pacar yang support, keluarga yang support usaha dagang saya. Nikmat mana lagi
yang bisa saya dustakan? Meskipun sedikit luka yang cukup besar masih utuh
dengan belati racunnya menancap di hati. Membuat saya berkata seolah-olah ini
semua tidak adil. Tapi lagi-lagi Hujanmu menenangkan amarahku. Udara sejuk
dipagi hari itu menghilangkan semua penat.
Terimakasih Tuhan
atas segala nikmat cinta kasih yang Engkau berikan takkan bisa aku tukar dengan
apapun disini. Terimakasih telah menciptakan hati yang kuat ini, Terimakasih
karena telah menghadirkan ku di Keluarga yang Utuh dan kompak ini, Terimakasih
karena telah mempertemukanku dengan dia yang banyak memberiku pelajaran hidup
tentang sabar, dan kuatnya Kuasamu.
Terimakasih ya Allah..



Komentar
Posting Komentar