Seceria ini
Mungkin
tidak hanya saya yang merasa bahwa beberapa bulan belakangan cuaca makin ajaib
rasanya. Bisa panas cetar, bisa hujan seharian. Tapi saya ga berani complain
sama Tuhan. Karena saya tau saya bukan type orang yang menjaga Bumi dengan baik
juga hahaha.... jadi yaaa di nikmatin aja rasanya. Yang kulit kering, pala
pusing, atau bahkan flu... Alhamdulillah sejauh ini saya dan Mas masih
sehat-sehat saja.
Beberapa
hari lalu kami sedikit berselisih pendapat. Ya seperti yang dirindukan
kemarin2, kami rindu bertengkar. Jadi aja kami bertengkar, ini yang bikin kami
malah jadi SADAR. Bahwa selama ini, kami lupa mensyukuri keberadaan hati kami
yang sudah ditahap bukan main lagi. Kami memeluk rasa yang redup
keberadaannya karena Logika dan Ego sesaat.
Dan
kami ingin rasa ini jangan hilang. Biar saya perkenalkan anggota baru di
hubungan kami selain Berunardo, ada motor yang sedang kami bangun. Karena membangun
mobil untuk dagangan kami, sepertinya sudah sering saya ceritakan. Motor yang
Belum punya nama.
Niat
awal ingin jual, mungkin akan tetap dijual juga sih. Cuma kami mau membangunnya
dulu.
Semoga
kami selalu sehat untuk membuat semua mimpi kami jadi nyata satu per satu.
***
Berbicara
tentang mimpi, hidup kami masih jauh dari mimpi yang sangat kami inginkan. Mimpi
yang kami harap bukan hanya datang sementara tapi mimpi yang tak lekang oleh
waktu sampai kami mampu membahagiakan banyak orang. Mimpi yang mampu
menyadarkan kami bahwa kami bermimpi bersama untuk tetap bersama sampai akhir
hayat nanti.
Namun
mungkin usaha kami sedikit terhambat karena kami sama-sama lupa bahwa banyak
tangan terlibat yang juga menentukan hidup kami. Banyak yang berdoa untuk kami,
karena mereka merasa bahagia melihat kami yang kompak dan kami yang ceria. Karena
menurut kami, orang lain tidak perlu tau kami memiliki banyak luka cukup kami
saja yang memeluk dan saling mengobati luka ini.
Tuhan,
banyak yang bilang Kau Maha Membolak balikan hati, banyak yang bilang Kau Maha
Pemaaf dan Penyayang yang tak pernah perhitungan. Boleh ku minta 1 hal? Bisakah
Kau mengajarkanku bagaimana caranya bisa tetap mencintai makhluk-Mu tanpa
kecuali sejahat apapun mereka kepada makhluk lainnya?
Tenang
saja, saya hanya berdoa untuk diri saya sendiri. Beruntunglah kalian yang bisa
mencintai tanpa perlu memikirkan ini itu. Kami tidak sekuat itu. Tapi kami bisa
Seceria ini.


Komentar
Posting Komentar