Panna Cotta.... Mr. Patta

Inget waktu “Cake in Jar” hits banget? Jualan saya naik seketika... hahahaha... bukan Cake yang dimasukkin ke dalem Jar, tapi Panna Cotta...

Apa sih Panna Cotta itu??

“Menurut Kulinen.com, Panna Cotta adalah salah satu andalan menu penutup, terutama untuk resto-resto yang menyediakan western food.  Keunggulannya karena rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut.  Sajian ini juga cocok untuk anak-anak yang tidak suka minum susu.  Resepnya yang mengandung susu dan rasa yang manis akan sangat disukai mereka.  Tentu saja agar lebih sehat bisa ditambahkan dengan buah-buahan segar. Kulinen.com kali ini akan mengulas mengenai asal usul dan sajian sehat Panna Cotta, dengan caranya yang praktis.
Panna Cotta berasal dari Piedmont yang merupakan bagian dari daerah Italia Utara yang berbatasan dengan Swiss dan Perancis. Sajian ini bermula dari produk tradisional di awal abad 20 dan dipercaya dibuat pertama kali oleh seorang wanita dari keturunan Hongaria di Langhe (sebuah kota di Piedmonte).  Kata Panna Cotta sendiri konon asalnya merupakan terjemahan dari cooked cream  atau bila diterjemahkan dengan bebas adalah “krim yang dimasak”.  Jadi bahan utamanya adalah campuran krim dan susu yang dimasak bersamaan dalam waktu tertentu.  Bahan dasar ini juga dicampur dengan gula dan perasa, dan setelah selesai dimasak kemudian ditambahkan dengan gelatin.  Campuran tersebut akan mejadi padat setelah didinginkan. ”

Sudah belajarnya anak-anak?? Hahaha dihapal besok ulangan....
Ya itu bahasa formalnya dan sesuai sejarahnya, menu dessert ini udah hits juga kok buat kamu-kamu yang punya Instagram banyak banget yang jual... 
dan beraneka rasa ada Greentea, Kopi, Orange, Mango, strawberry, Choco cream.
Hahah itu sih jualan saya...

Sengaja untuk menjangkau kantong adiks-adiks para mahasiwa dan mahasiwi saya menyediakan kemasan ekonomis hahaha yang sudah jelas harganya lebih murah. Kalau pake jar harganya 35rb, kalo paket ekonomisnya 20rb... dengan bahan dan rasa yang sama lhoo... Cuma kemasannya aja yang beda... dan yang saya gunakan disini Gelatin halal dari sapi. Jadi, sudah pasti halalan thayibban. Saya akan berbagi resep juga.... siapin pulpen dan notenya ya.. kalo kamu baca pake android bisa langsung di screenshot..

 
  
Resep Panna Cotta

 Sebenernya resep ini bisa anda “googling” dan saya perlu berkali-kali membuat panna cotta ini untuk mendapatkan rasa yang saya inginkan. Like the old man said ,” Practice makes Perfect~”
Hehehe.. udah siap pulpen sama kertasnya? 
Yuuk di simak dan jangan lupa untuk share serta trial resep ini.

1000ml             Susu Segar Cair
1sachet              Agar-agar bubuk
2 sdt        Vanilla Essence
4sdt         Gelatin Bubuk
½ sachet     Vla bubuk rasa Vanilla (anda bisa pakai Creamer kopi)
1 butir        Kuning Telur
250ml               Heavy Cream (Saya pake whipping cream)
Garam dan Gula secukupnya…

Cara Masak :
1.        Campurkan Susu cair, agar-agar bubuk, Vla bubuk dan heavy cream. Untuk hasil adukan merata gunakan balloon whisk.  Lalu masak dengan api kecil, hingga berbuih. Jangan lupa untuk selalu mengaduk agar adonannya ga hangus di bagian bawah karena itu mempengaruhi rasa. Dan jangan mengaduk terlalu kencang karena nanti adonan bisa pecah atau Split.
2.      Jika sudah berbuih (jangan sampai mendidih ya… ) masukkan kuning telur, gelatin, garam dan gula.
3.      Aduk merata lagi, sampai adonan berbuih lebih banyak dari sebelumnya.
4.      Matikan kompor, hilangkan uap panasnya dulu ya… untuk lebih nikmat, setelah hilang uap panasnya, masukkin ke kulkas dulu yaa nunggu sampai “set” sekitar + 4-6 jam.

Sebenarnya dalam memasak panna cotta ini yang terpenting adalah Timing yang pas dan 
jangan lupa untuk mencicipi rasa. Jadi rasa yang didapatkan bisa memenuhi rasa yang kita inginkan.
 Saya belajar masak dari ibu saya, dulu waktu saya masih kecil ibu saya masih sering bikin kue. Hahaha… kalau inget masa kecil dulu seneng nya bukan main. Saya, Adek, dan Kakak-kakak saya suka bertingkah seolah balloOn whisk mixer itu eskrim. Kamu bisa ngejilatin balloon whisk itu sampai bersihh… Ibu saya memang pandai membuat kue, sebelum negara air menyerang. Hahhaha
Sebut aj nama gaulnya “Banjir”. Karena oven yang digunakan 1 set dengan kompor jadi ga mungkin kami mengangkat oven itu dari tempat bertenggernya. Jadilah dia kerendem air, yaa sudah lah pasrah.

Ibu saya juga ga sedih-sedih amat, soalnya masih bisa beli kompor baru. Yang penting sebenernya kompornya hahaha… Membuat kue hanya hobby saja sebenarnya.
Saya selalu berusaha untuk memahami dan menggali minat saya terhadap “baking talent” yang mungkin terpendam sih di diri saya. Tapi saya memang kurang menyukai Baking some cookie or cakes. Saya lebih suka memasak. Cooking anything I want to eat. 
Ahahaha~ *opo jal? Ilat e ko tiba-tiba dadi londo… hoo koplak… hahaha
Saya suka masak, belajar dari resep–resep yang sekarang udah ga usah nggunting-nggunting Koran mamake, sekarang bisa googling + screenshot… 
masakan cah kangkung, sayur bayam, tumis menumis, sampe bikin sarapan unik2 macem sandwich saya bisa. Dan memang passion & talent saya disitu mungkin. Dan saya seneng ngeliat orang-orang rumah makan masakan saya sampai habis J seperti punya kepuasan tersendiri gitu hahaha.

Okey~ jangan lupa tinggalin jejakmu di komen bawah yaa~ see you di tulisan saya berikutnya…




Komentar

Postingan Populer