Alzheimer
“Saya seketika ingin membahas penyakit ini, teringat beberapa waktu lalu
saya dan keluarga di beritahu berita yang mengagetkan pakdhe saya menghilang
dari rumah.
Saat meninggalkan
rumah kondisi beliau memang sudah sedikit pikun, dan selalu mengingat-ingat
pekerjaan yang sudah berlalu.
Dulu beliau
bekerja di kementerian luar negeri, bagian mengurus jenazah warga asing di
bandara, dan beliau sampai saat ini masih sering menerima telpon dari
orang-orang yang butuh bantuan beliau.
Mungkin itu
salah satu hal yang membuat beliau sangat mencintai pekerjaannya jadi kalau
bahasa gaulnya “susah move on” karena saking menyukainya pekerjaan itu.
Budhe saya
mengatakan bahwa beliau sebenarnya sudah tidak bisa mengontrol kerja badannya,
seperti buang air kecil dan buang air besar. Saya jadi ingat tentang tokoh alm.
Sophan sophyan di film LOVE.
Apakah pakdhe
saya mengidap penyakit tersebut?
Maka dari
itu saya ingin share yang saya baca dari berbagai artikel.
Penyakit alzheimer adalah hilangnya intelektual dan kemampuan bersosialisasi yang
cukup parah untuk mempengaruhi aktivitas harian. Pada penyakit Alzheimer,
kesehatan jaringan otak mengalami penurunan, menyebabkan menurunnya daya ingat
dan kemampuan mental.
Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.
Alzheimer bukan merupakan bagian dari proses penuaan secara normal, akan tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Lima persen orang berusia di antara 65-74 tahun mengidap penyakit Alzheimer, dan hampir 50 persen orang yang berusia lebih dari 85 tahun memiliki penyakit Alzheimer.
Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.
Alzheimer bukan merupakan bagian dari proses penuaan secara normal, akan tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Lima persen orang berusia di antara 65-74 tahun mengidap penyakit Alzheimer, dan hampir 50 persen orang yang berusia lebih dari 85 tahun memiliki penyakit Alzheimer.
Meskipun
penyakit ini tidak ada obatnya, perawatan dapat memperbaiki kualitas hidup
pengidap Alzheimer. Mereka yang divonis Alzheimer membutuhkan dukungan dan
kasih sayang dari teman dan keluarga untuk mengatasinya.
Gejala Penyakit Alzheimer
Gejala Penyakit Alzheimer
Penyakit
Alzheimer dapat dimulai dengan hilangnya sedikit ingatan dan kebingungan,
tetapi pada akhirnya akan menyebabkan pelemahan mental yang tidak dapat diubah
dan menghancurkan kemampuan seseorang dalam mengingat, berpikir, belajar, dan
berimajinasi.
Hilangnya ingatan
Setiap
orang memiliki penyimpangan dalam ingatan. Adalah hal yang normal ketika anda
lupa dimana anda menaruh kunci mobil atau lupa nama orang yang jarang anda
lihat. Tetapi masalah ingatan yang berhubungan dengan Alzhaimer berlangsung
lama dan buruk. Orang-orang dengan Alzhaimer mungkin:
- Mengulangi sesuatu yang telah dikerjakannya
- Sering lupa akan ucapan dan janji yang
dilakukannya
- Sering salah menaruh sesuatu, sering menaruh
sesuatu di tempat yang tidak wajar
- Pada akhirnya lupa dengan nama anggota
keluarga dan benda-benda yang biasa digunakan dalam kesehariannya
Bermasalah ketika
berpikir secara abstrak
Orang
dengan Alzheimer bermasalah dalam berpikir mengenai suatu hal terutama dalam
bentuk angka.
Kesulitan dalam menemukan kata yang tepat
Sulit
untuk orang dengan Alzhaimer untuk menemukan kata yang tepat untuk menyampaikan
pemikiran mereka atau ketika mereka terlibat pembicaraan. Pada akhirnya akan
mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis mereka.
Disorientasi
Orang
dengan Alzheimer sering hilang kemampuan untuk mengingat waktu dan tanggal,
serta akan merasakan diri mereka hilang di lingkungan yang sebenarnya familiar
bagi mereka.
Hilang kemampuan dalam
menilai
Menyelesaikan
masalah sehari-hari merupakan hal yang sulit dan menjadi bertambah sulit sampai
akhirnya adalah sesuatu yang dirasa tidak mungkin bagi mereka yang memiliki
Alzheimer. Alzheimer memiliki karakteristik sangat sulit untuk melakukan
sesuatu yang membutuhkan perencanaan, pengambilan keputusan dan penilaian.
Sulit untuk melakukan
tugas biasa
Sulit
dalam melakukan tugas rutin yang membutuhkan langkah-langkah yang berkelanjutan
dalam proses penyelesaiannya, contohnya memasak. Pada akhirnya, orang dengan
Alzheimer dapat lupa bagaimana melakukan sesuatu bahkan yang paling mendasar.
Perubahan kepribadian
Perubahan kepribadian
Orang
dengan Alzheimer menunjukkan:
Perubahan suasana hati
Perubahan suasana hati
- Hilang kepercayaan terhadap orang lain
- Meningkatnya sikap keras kepala
- Depresi
- Gelisah
- Agresif
Penyebab & Faktor Risiko
Tak
satupun faktor yang muncul menjadi penyebab Alzheimer. Ilmuwan percaya bahwa
penyakit ini merupakan kombinasi antara genetik, gaya hidup dan faktor
lingkungan. Alzheimer merusak dan membunuh sel otak.
Dua jenis kerusakan sel otak (neuron) yang biasa terjadi pada orang pengidap Alzheimer :
Dua jenis kerusakan sel otak (neuron) yang biasa terjadi pada orang pengidap Alzheimer :
- Plaques / plak
Gumpalan
protein yang disebut beta-amyloid mempengaruhi komunikasi antara sel-sel otak.
Meskipun tidak diketahui ada kasus Alzheimer yang menyebabkan kematian, fakta
menunjukkan bahwa proses yang tidak normal dari protein beta-amyloid
kemungkinan menjadi penyebab.
- Tangles / kusut
Struktur
pendukung dalam sel otak tergantung pada normalnya fungsi protein bernama tau.
Pada orang dengan Alzheimer, benang protein tau mengalami perubahan yang
menyebabkan mereka menjadi tidak waras. Banyak ilmuan percaya bahwa ini adalah
kerusakan neuron dan dapat menyebabkan kematian bagi penderita Alzheimer.
Faktor Risiko
Terkena Alzheimer
- Faktor Usia
Penderita
Alzhaimer biasanya diderita oleh orang yang berusia lebih dari 65 tahun, tetapi
juga dapat menyerang orang yang berusia dibawah 40. Sedikitnya 5 persen orang
berusia di antara 65 dan 74 memiliki Alzheimer. Pada orang berusia 85 keatas
jumlahnya meningkat menjadi 50 persen.
- Keturunan
Risiko
Alzheimer yang muncul sedikit lebih tinggi jika hubungan keluarga tingkat
pertama – orangtua dan saudara sekandung - memiliki Alzheimer.
- Jenis kelamin
Wanita
lebih mudah terkena daripada laki-laki, hal ini karena umumnya wanita hidup
lebih lama daripada laki-laki.
- Penurunan kognitif ringan
Orang
yang memiliki penurunan kognitif ringan memiliki masalah ingatan yang memburuk
daripada apa yang mungkin diekspektasikan pada usianya dan belum cukup buruk
untuk mengklasifikasikan sebagai dementia. Banyak dari mereka yang berada pada
kondisi ini berlanjut memiliki penyakit Alzheimer.
- Gaya hidup
Faktor
sama yang membuat Anda berada pada risiko yang sama dengan penyakit jantung
juga meningkatkan kemungkinan anda akan terkena penyakit Alzheimer. Contohnya
adalah:
Kurang dalam
mengontrol gula darah
Menjaga tubuh agar
tetap fit penting bagi anda – anda harus dapat melatih pikiran dengan baik.
Beberapa studi menunjukkan bahwa aktif dalam melatih pikiran dan mental
disepanjang hidup anda khususnya pada usia lanjut akan mengurangi risiko
penyakit Alzheimer.
- Tingkat pendidikan
Studi
menemukan hubungan antara rendahnya pendidikan dan risiko Alzheimer. Tetapi
alasan tepat yang mendasarinya tidak diketahui. Beberapa ilmuwan berteori,
makin sering anda menggunakan otak akan lebih banyak sinapsis yang anda buat
dimana akan tersedia banyak cadangan di hari tua. Akan sulit untuk menemukan
Alzheimer pada orang yang melatih otaknya secara rutin, atau mereka yang
memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Pencegahan Penyakit
Alzheimer
Saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bagaimana mencegah penyakit Alzheimer. Percobaan untuk menemukan vaksin yang dapat melawan Alzheimer terhenti beberapa tahun lalu karena beberapa orang yang menerima vaksin mengalami peradangan otak.
Akan tetapi Anda dapat mengurangi risiko Alzheimer dengan cara menekan risiko sakit jantung. Banyak faktor yang meningkatkan risiko sakit jantung juga dapat meningkatkan risiko demensia. Faktor utama yang muncul adalah tekanan darah, kolestrol dan tingkat gula darah. Tetap aktif – secara fisik, mental dan sosial – juga dapat mengurangi risiko terkena Alzheimer.
Semoga bermanfaat semua informasi yang saya berikan...”


Komentar
Posting Komentar