kami
Saya selalu senang memiliki teman bicara tentang tuhan,
dan mengenai kehidupan. Dia satu-satunya orang yang bisa saya ajak bicara
blak-blakan dengan cara saya berfikir, dengan cara bicara saya yang kadang ga
sopan kalau sedang emosi. Dan dia orang yang bisa dengan santai menanggapi cara
bicara saya yang begini.
Kemaren sore, tiba-tiba kami ingin bermanja dan bercanda
mengenai kehidupan kami yang lucu. Dari awal kami bertemu, yang sama-sama
tertipu display picture bbm kala itu sampai sekarang dengan kenyamanan ini apa
Alam sedang berkonspirasi dengan semua ini? Tuhan mempertemukan kami dengan
begitu banyak kenyamanan ini tidak mungkin tidak ada artinya. Tersentuh
nyamannya kami, memikirkan bagaimana kedepan? 1 jawaban “Kenyamanan ini yang
akan menjawab”
Kami seperti orang yang sama cuma terpisah di tubuh yang
lain. Kami bisa dengan mudahnya bicara tidak suka jika salah satu dari kami
melakukan hal yang membuat kami marah. Kami bisa berbicara ketika amarah sedang
meluap, tanpa menyakiti hati satu sama lain.
Terdengar muluk, tapi ini kami.
Dia orang yang paling membuat saya jatuh hati setiap hari
nya. Ada saja yang bikin saya bisa berbicara “ i love you”. Karena bagi kami,
bagaimana kami mampu membuat suasana ga nyaman menjadi tetap tenang karena kami
bersama? Bagaimana kami bisa semakin mencintai setiap harinya? Bagaimana cara
kami saling merindukan setiap momen tiap harinya? Bagaimana kami bisa
mengucapkan bahwa kami saling menyayangi satu sama lain dengan segala
kekurangan yang ada.
Dia orang yang memahami betapa saya sangat menghormati
orangtua saya, dia yang memarahi saya ketika saya bersikap seenaknya kepada
kedua orangtua saya, dia yang mengingatkan bahwa orangtua saya sekarang adalah
yang paling sakit tapi dia tak beranjak dari sisi saya. Karena kalau dia
beranjak dia tau justru hubungan saya dan kedua orangtua yang menjadi rusak
karena dia paham sifat saya yang pendendam.
Saya mungkin kurang bersyukur dengan semua yang saya
miliki saat ini.
Izinkan saya hidup bersamanya.
Karena saya tidak butuh orang-orang yang hanya
berpura-pura menyayangi keluarga saya karena merasa itu kewajiban berat.
Karena saya tidak butuh orang-orang yang hanya memikirkan
hidup kami nanti bagaimana sehingga menjadi perhitungan terutama untuk orangtua kami
Karena saya tidak butuh orang-orang yang bermuka dua,
baik ketika dirumah, tapi liar diluar rumah tanpa sepengetahuan saya
Karena saya tidak mau dengan orang-orang yang hanya
berpikiran monoton.
Karena saya hanya butuh orang yang memiliki semua sifat
dan attitude yang dia miliki saat ini.
Dimana kami tetap mengedepankan kebahagiaan MAMA PAPA dan
IBU.
TERIMAKASIH YA ALLAH, APAPUN TUJUAN DARI PERTEMUAN KAMI
INI SEMOGA KAMI DIPERSATUKAN DALAM HALALMU.
--AAMIIN--



Komentar
Posting Komentar