Pemikiran Baru part II

Setelah hampir kurang lebih 2 minggu tidak ada pesanan walau saya sudah promosi kesana sini, bukan hilang semangat tapi lebih memilih untuk doa biar dikasih kerjaan tetap yang ga nganggur gini….

Sindrom orang-orang baru lulus pengen cari kerja lewat jobfair udah luntur. Genep 8 bulan nganggur, dan mulai jenuh pingin cepet-cepet dapet gaji… Saya bukan tipe penabung, dan saya mulai berfikir untuk SAYA HARUS PUNYA TABUNGAN !!! Entah kapan. Hahahaha… 

Melihat dari pernikahan kakak perempuan saya membuat saya benar-benar berfikir sebegitu banyak pengeluaran hanya untuk jadi raja ratu 1 malam. Ratusan juta, yang semua barangnya bukan barang kita alias sewa. Memiliki pikiran bagaimana kalau nanti kalau saya menikah isinya sderhana saja, tidak perlu mewah, yang penting khusyuk dan intim.

Walau menikah masih diangan-angan. Pacar saya sudah pernah mempertanyakan, giliran kita kapan menikah. Ayo kita nikah, dan banyak lagi kata-kata yang berunsur ajakan untuk menikah. Jujur saya sangat ingin menikah, SANGAT INGIN!! Tapi orang tua saya tahun 2015 sudah “meluluskan” 2 anaknya ke jenjang kehidupan dan membiarkan mereka memilih jalan hidupnya masing-masing.

Kakak pertama saya laki-laki, dia sudah menjalin hubungan dengan perempuan   ini sudah lebih dari 8 tahun. Perjuangan untuk menikahkan perempuan yang Cuma beda 2 tahun diatas saya ini juga lumayan capek. Dan kini perempuan ini sudah sah jadi istri kakak saya, sedang hamil 8 bulan. Doakan semoga persalinannya lancar ya, anaknya laki-laki saat di USG 4D. hehehehe dapet temen main bola dah sayanya…

Kakak kedua saya perempuan, dia orang yang sangat keras, dan sangat sulit menerima saran apalagi untuk urusan yang berkaitan dengan dirinya seperti pernikahan. Orangtua saya bisa diacungkan jempol beribu-ribu saat menghadapi dia. Hahaha… ya iyalah namanya juga orangtua. Dulu pernah hampir melangkah ke jenjang pernikahan dengan orang yang ga asing bagi saya, setelah saya turun member komentar tentang sosok orang ini, apakah kakak saya yakin akan “mengabdi” ke laki-laki yang saya kenal buruk perilakunya. Sampai pada titik jenuh dia, pecah tangisannya di pelukan kedua orangtua saya sampai akhirnya pernikahan itu batal di H-30. Tidak perlu disesali bagi saya dan keluarga, bukan malu yang kami rasa, namun bangga terhadap kakak saya karna dia mampu dan sadar apayang seharusnya dia dapat dari sesosok suami yang akan jadi imam untuk dia dan anak-anaknya kelak. Tepat desember 2015, kakak perempuan saya disunting oleh Laki-laki yang dikenalkan oleh pakdhe saya. Yang pada aslinya pakdhe saya tidak sengaja mengenalkan mereka berdua. Hahaha jodoh memang sudah diatur ya. Tidak ada yang meng”ojok-ojok” ndang rabi sih ke kakak saya ini. Hanya saja kalau memang sudah cocok lanjut, kalo tidak ya usaha lagi ikhtiar lagi…Eh malah jadi, hehehehehe semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah untuk keluarga baru ini… aamiinnnnnn~


Kalo bagian saya sekarang sudah di tahap pertanyaan kehidupan “Kapan nikah?” “Kapan nyusul?” “Ga bosen pacaran jauh-jauhan?” “Buruan nikah, biar bareng terus sama Masnya…” dan lain sebagainya. Hahahaha sayanya mah tinggal senyum dan bilang “Aamiin, doakan secepatnya.” Habis mau direspon gimana lagi coba? Tidak seperti hubungan LDR kebanyakan orang, hubungan saya dan Mas ini sudah berjalan 2 tahun. 1,5 tahun kami tinggal dikota yang sama, dan setengah tahun kemudian kami harus LDR. Karna memang saya sudah harus pulang ke emak bapak saya. Dan kami enjoy sama-sama sudah percaya mungkin. Dulu kami mah kalo bandel bareng, susah bareng, seneng juga bareng. J komunikasi yang penting.

*sepertinya masih akan berlanjut ke tulisan selanjutnya mungkin dengan judul yang berbeda... hahahaha
*sok-sok an padahal blog gini siapa yang mau baca hahahahaha.... 

bubye viewer... :)

Komentar

Postingan Populer